![]() |
| Syetan Penjerumus Manusia |
Suatu ketika, saat aku menaiki sebuah angkutan umum di Jl.Pengkolan-Garut. Awalnya sopir angkot (angkutan kota) senang karena penumpangnya banyak dan nyaris tak ada tempat duduk yang kosong, juga muat untuk diangkut. Setelah para penumpang duduk dengan nyaman, Sang Sopir pun mulai bergegas menyalakan mesin.
Beberapa kilometer telah terlewati, sepasang penumpang berkata “kiri” yang menandakan bahwa penumpang tersebut akan turun di tempat tersebut. Lalu Mereka keluar dari angkutan tersebut dan membayar ongkos jalan. Namun, setelah sepasang penumpang yang tadi sudah masuk melewati sebuah Gapura...Sang sopir marah-marah karena sepasang penumpang yang turun tadi membayar dengan uang yang tidak sama sekali pas dengan ongkos yang seharusnya, yang sesuai dengan tarip yang sudah ditentukan.
Sang sopir marah-marah sambil “ kukulutus” yang menandakan bahwa Sang sopir sangat kesal kepada sepasang penumpang tersebut. Sepanjang perjalanan sang sopir terus mengeluarkan rasa kekesalannya sampai-sampai menyetir pun tak terkendalikan..
Semua penumpang mendadak ketakutan dengan tingkahnya yang ugal-ugalan. Ditempat berbeda, ada seorang penumpang kakek-kakek yang hendak turun pula. Beliau berkata “kiri” juga sehingga sang sopir menghentikan kendaraannya. Beliau memberikan sejumlah uang yang lebih dan beliau pun berkata “sekalian bayar dengan ongkos penumpang yang tadi kurang saja, bang”....Namun Sang sopir berkata “tidak usah Pa, terimakasih”.
Setelah kejadian tersebut sang sopir tidak berkata apa-apa lagi. Kekesalan sang sopir terhenti seketika, Entah ia malu atau sebagainya. Namun laju kendaraan tak lagi kencang. Para penumpang pun kembali tenang.
=>...Teman-teman mendengar sepenggal cerita tersebut mengingatkan kita bahwasannya Kita sebagai sesama makhluk ciptaan Alloh SWT haruslah saling memahami dan mengerti. Terutama menjaga Emosi pada diri sendiri, karena emosi merupakan suatu amarah yang timbul dari diri sendiri atas dasar situasi dan kondisi yang telah dialami. Dan Emosi tersebut tidak luput dari pengawasan yang namanya “Syetan” yang menjerumuskan kita pada hal-hal yang sangat di benci oleh Allah SWT.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar